Semua orang yang melakukan optimasi website pasti tahu bahwa link itu sangat penting di dalam optimasi. Baik itu internal link, eksternal link, ataupun backlink. Yang menjadi masalah sekarang ini adalah TEKS JANGKAR atau ANCHOR TEXT yang kita pergunakan di dalam link tersebut. Apakah teks jangkar ini mempunyai peranan yang penting dalam penentuan peringkat?

latar jasa backlink

Ada banyak sekali orang yang menggunakan jasa backlink kebingungan saat diminta memberikan varian kata kunci yang mereka inginkan. Dan bisa dikatakan lebih dari 90% orang akan memberikan begitu banyak varian kata kunci pendek untuk digunakan sebagai teks jangkar dari backlink yang dipasangkan.

Jadi apakah hal tersebut merupakan sesuatu yang benar? …. Untuk itu kami akan memperlihatkan hasil eksperimen yang dilakukan oleh ahrefs dan membandingkannya dengan apa yang kami dapatkan setelah melakukan optimasi di lebih dari 3000 website….

APA ITU TEKS JANGKAR?

Ok, singkat saja … teks jangkar adalah kata-kata yang anda masukkan di dalam sebuah link. Biasanya di dalam bentuk HTML-nya teks jangkar akan terlihat seperti ini…

<a href=”URL”>Teks Jangkar</a>

Anda bisa memasukkan kata-kata apa saja ataupun kode gambar yang menggunakan ALT TEXT sebagai teks jangkar…. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana cara penggunaan teks jangkar yang bisa membantu anda ranking di hasil pencarian mesin pencari seperti Google?

 

APA KATA GOOGLE TENTANG TEKS JANGKAR?

Di dalam patennya, Google dengan jelas menuliskan bahwa teks jangkar mengambil peranan di dalam penentuan peringkat. John Mueller dari Google juga mengatakan bahwa teks jangkar akan memberikan konteks tambahan pada link yang bisa membantu pembaca untuk memutuskan apakah akan mengunjungi sebuah tautan.

Jadi semuanya ini jelas memberikan penekanan bahwa teks jangkar ini adalah sesuatu yang harus anda perhatikan.

Sekarang yang menjadi masalah adalah teks jangkar seperti apa yang sebaiknya anda gunakan? Apakah anda harus membatasi penggunaan teks jangkar tertentu untuk bisa naik peringkat di hasil pencarian Google? Tentunya ini kalau anda bermain webspam dalam mengusahakan backlink untuk website anda.

Untuk membantu anda memahami masalah teks jangkar ini, silahkan membaca lebih lanjut….

 

JENIS-JENIS TEKS JANGKAR

Ok, katakanlah ada orang-orang yang mau memasang link menuju halaman Tutorial Belajar SEO di website kami ini. Tentunya ada beberapa pilihan teks jangkar yang bisa mereka pergunakan sebagai teks jangkar untuk halaman panduan belajar SEO tersebut.

Beberapa contoh penggunaan teks jangkar:

  • Tepat Sesuai: Ini adalah halaman belajar SEO paling update saat ini.
  • Frasa Sesuai: Halaman Belajar SEO Kepointernet ini memberikan panduan yang lengkap
  • Sesuai Sebagian: Ini dia panduan lengkap belajar hal-hal dasar SEO yang terbaru saat ini.
  • Brand: Kunjungi halaman Belajar SEO Kepointernet ini
  • Naked URL: Kunjungi https://www.kepointernet.com/belajar-seo/ jika anda tertarik untuk mempelajari masalah SEO ini lebih lanjut
  • Non-Rich: Silahkan klik di sini jika anda mau belajar masalah SEO ini lebih lanjut.
  • Link Gambar: <a href=”https://www.kepointernet.com/belajar-seo/”><img src=”/belajar-seo.jpg” alt=”belajar seo”/></a>

Jadi inilah jenis-jenis teks jangkar yang akan sering anda temui pada sebuah tautan atau link.

 

BAGAIMANA TEKS JANGKAR MEMPENGARUHI RANKING?

Jelas sekali Google menggunakan teks jangkar ini untuk membantu mereka memahami isi dari sebuah halaman. Jadi ini bisa membantu mereka untuk memutuskan suatu halaman akan ranking di kata kunci apa saja.

Jadi jika anda memberi backlink pada suatu halaman menggunakan teks jangkar “makanan kucing”, jelas Google akan berpikir bahwa halaman itu erat kaitannya dengan “makanan kucing”…. Jika ada banyak orang lain yang melakukan hal yang sama dengan anda, maka Google akan semakin yakin bahwa halaman itu berbicara tentang makanan kucing.

Jadi sangat wajar jika sekumpulan teks jangkar tadi akan membantu halaman tadi untuk ranking di kata kunci “makanan kucing”….

Ya itu adalah kondisi idealnya. Tapi fakta yang terjadi tidak selalu seperti itu….

 

GOOGLE LEBIH BERHATI-HATI DENGAN TEKS JANGKAR

Mungkin anda masih mengingat beberapa kejadian di mana orang-orang memasukkan kata pencarian hinaan di mesin pencari Google dan ternyata hasil yang keluar adalah nama beberapa orang politisi. Ini adalah hal yang terlihat aneh, karena di halaman yang berisi profil politisi tadi tidak akan bisa ditemukan kata-kata hinaan tersebut. Jadi orang mulai membuat lelucon bahwa yang menghina politisi tadi adalah Google sendiri.

Hal ini memperlihatkan ke kita bahwa dulu orang bisa mempengaruhi kualitas pencarian Google sehingga hasil yang ditampilkan tidak relevan dengan yang diketikkan. Cukup dengan mengarahkan beberapa link yang tidak relevan ke suatu halaman, maka halaman tersebut bisa ranking walaupun judul dan isinya berbicara hal yang lain….

Tentunya Google tidak senang dengan hal ini. Bagaimana mungkin orang yang mencari resep coklat ternyata bisa nyasar ke halaman porno atau judi? Untuk itulah Google melakukan beberapa penyesuaian terkait teks jangkar ini di dalam algoritma mereka.

Jadi di tahun 2012 Google meluncukan algoritma yang banyak ditakuti pelaku web spam saat ini. Algoritma itu diberi nama PENGUIN, sebuah algoritma yang bertugas menilai kualitas sebuah eksternal link. Algoritma ini menjadikan teks jangkar sebagai salah satu target utama mereka.

Sewaktu Google baru meluncurkan algoritma penguin ini, ada banyak website yang memakai teks jangkar yang tepat sesuai atau exact match yang terkena penalti dalam waktu singkat. Kurang lebih 3,1% hasil pencarian Google mengalami perubahan saat itu…. Tapi Google tidak berhenti sampai di situ…. Masih banyak update algoritma penguin lainnya, sehingga semakin banyak yang kena penalti.

Tapi tetap saja kita masih menemui beberapa kasus di mana pencarian memakai kata kunci hinaan akan menampilkan nama orang tertentu. Jadi sistem Google juga belum bekerja dengan sempurna.

Walaupun sistem Google belum sempurna, namun saat ini sudah banyak praktisi SEO yang akan merekomendasikan agar anda tidak memakai teks jangkar exact match lebih dari 5%.

Apakah rekomendasi ini sudah tepat?

 

HASIL PERCOBAAN AHREFS.COM DI 19,840 KATA KUNCI

Untuk melihat korelasi antara teks jangkar dan ranking, maka ahrefs.com melakukan percobaan pada 19.840 kata kunci. Mereka melakukan pengamatan pada halaman-halaman top 20 di setiap kata kunci. Jadi percobaan ini mengamati kurang lebih 384.614 halaman web…. (Catatan: ada beberapa halaman yang ranking di lebih dari 1 kata kunci)…

Ahrefs berusaha melakukan ini di antara halaman-halaman yang mempunyai URL Rating yang cukup seimbang dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang benar-benar hanya memperhitungkan pengaruh teks jangkar saja…. Jika mereka tidak melakukan ini, maka kecenderungannya akan terlihat bahwa halaman-halaman yang mempunyai URL Rating tinggi akan ranking berapapun persentase sebaran teks jangkarnya.

Hasil percobaannya terlihat seperti gambar di bawah ini. Ada dua grafik di dalam gambar di bawah ini, yang pertama adalah grafik biru yang merupakan nilai rata-rata, dan grafik yang kedua adalah grafik orange yang merupakan nilai median dari data yang digunakan.

teks jangkar exact match versi ahrefs

Kita hanya akan menggunakan data dari nilai median saja (garis orange), karena data nilai rata-rata tidak merepresentasikan kondisi yang sebenarnya…. Dari data nilai median ini kita bisa melihat bahwa garisnya cenderung berada di garis lurus yang mendekati 0%.

Itu berarti, pada umumnya halaman-halaman yang masuk di dalam posisi TOP 20 itu tidak mempunyai text jangkar exact match keywords atau setidaknya hanya mendapatkan kurang dari 1% exact match keywords saja….

Ahrefs tidak hanya melakukan eksperimen ini untuk exact match saja, tapi juga untuk teks jangkar phrase-match, dan parsial-match. Dan mereka mendapatkan angka median yang selalu mendekati 0%.

Dari sini kita bisa melihat bahwa korelasi antara kata kunci exact-match, phrase-match, dan partial-match untuk penentuan ranking sebenarnya SANGAT LEMAH. Pada umumnya website yang masuk TOP 20 di persaingan kata-kata bahasa Inggris sangat sedikit yang mendapatkan persentase exact, phrase, dan parsial match di atas 1%….

 

PENGALAMAN KAMI MELAKUKAN OPTIMASI BACKLINK DI RIBUAN WEBSITE

Seperti yang sudah kami katakan di atas. Pada umumnya pemilik website yang melakukan optimasi backlink itu akan menargetkan kata-kata kunci pendek saja (antara 2 sampai 4 kata). Dan ternyata dari pemasangan yang kami lakukan terlihat bahwa 70-an% dari pemasang backlink ini “masih bisa” masuk ke halaman pertama.

Apa artinya ini? Kenapa kesannya berbeda dengan data yang diperlihatkan oleh Ahrefs? Kenapa bisa 70% pemasangan bisa masuk ke dalam halaman pertama memakai exact match, phrase match, dan partial match? Sedangkan data ahrefs memperlihatkan TOP20 rata-rata tidak mempunyai exact match?

Ada beberapa hal yang perlu kita garis bawahi:

Pertama: Indonesia ini berbeda dari negara lain seperti Amerika. Kebanyakan yang ranking di negara kita ini memang pelaku webspam, dan masih jarang orang yang bisa mendapatkan backlink dengan cara white hat di negara ini (kecuali mereka punya modal besar untuk promo besar-besaran).

Kedua: Mayoritas kata kunci yang dioptimasi itu hanya berada di level persaingan menengah saja. Jadi jumlah backlink yang dibutuhkan tidak terlalu banyak. Itu berarti, walaupun persentase kata kunci pendek yang dipasangkan itu ada di kisaran 20% per varian kata kunci, namun jumlah backlink yang dibutuhkan masih ada dalam kisaran aman….

20% backlink yang masuk ke dalam website-website ini masih lebih sedikit dari 0,1% backlink yang masuk ke website seperti neilpatel.com atau website persaingan berat lainnya sehingga belum akan menyalakan alarm dari algoritma penguin.

Nah kalau ternyata masih aman …. apakah itu berarti saya tetap merekomendasikan setiap pemasang backlink untuk memasang backlink memakai kata kunci pendek?

Tentu tidak….

Pada dasarnya memang cukup banyak yang bisa masuk halaman pertama, tapi mereka yang menggunakan kata kunci panjang memperlihatkan performa yang lebih baik. Para pemasang backlink yang menggunakan teks jangkar long tail keywords ini pada umumnya mendapatkan ranking yang lebih tinggi di lebih banyak varian kata kunci.

 

REKOMENDASI

Jadi apa rekomendasi yang bisa kami berikan untuk anda yang mau melakukan pemasangan backlink secara mandiri? Sederhana saja, cukup perhatikan beberapa hal di bawah ini:

  1. Jangan terlalu terikat pada kata kunci pendek
  2. Usahakan teks jangkar yang digunakan itu sangat beragam. Jadi gunakan semua variasi jenis teks jangkar yang ada di atas.
  3. Usahakan link yang anda pasangkan itu berada di tengah-tengah narasi yang sesuai atau relevan
  4. Jika anda menggunakan layanan PBN, maka usahakan menggunakan banyak varian kata kunci. Usahakan sebagian di antara teks jangkar itu memakai long tail keywords, non-rich, atau bahkan nakedurl saja. Ini demi keamanan PBN dan website anda sendiri.
  5. Anda sudah melihat bahwa ternyata korelasi teks jangkar atau kata kunci dalam link sebenarnya lemah saja. Korelasi yang lebih kuat justru terlihat pada URL Rating. Jadi usahakan anda mendapatkan backlink dari halaman-halaman yang mempunyai URL Rating yang tinggi. Dengan begini anda hanya memerlukan sedikit backlink untuk bisa mendapatkan ranking yang anda inginkan.

Jika anda melakukan hal-hal di atas, maka pada umumnya anda sudah bisa masuk halaman pertama untuk kata-kata kunci persaingan dalam negeri. Ok, mudah-mudahan panduan singkat ini bisa membantu anda melihat hasil yang lebih jelas dari hasil optimasi website anda.

Kategori: SEO

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *