User Experience adalah pengalaman yang didapatkan oleh pengunjung yang datang ke website anda. Pengalaman ini bisa baik, biasa saja, atau bahkan buruk. Ada banyak hal yang bisa mempengaruhi user experience ini, jadi jangan sampai ada pandangan bahwa user experience  hanya satu faktor di dalam algoritma Google.

user experience

Google mengamati banyak faktor sebelum memutuskan apakah website kita memberikan user experience yang baik ke pengunjung. Pada tahun 2014 Google mengatakan:

“Di Google kami bertujuan untuk memberikan pengalaman pengguna yang hebat pada perangkat apa pun, kami melakukan dorongan besar untuk memastikan hasil pencarian yang kami berikan mencerminkan prinsip ini.”

Kenapa Google tidak bisa menilai secara langsung user experience di website kita? John Mueller menjawab ini dengan mengatakan:

“Saya rasa kita bahkan tidak melihat apa yang dilakukan orang di situs web Anda jika mereka mengisi formulir atau tidak jika mereka mengonversi untuk benar-benar membeli sesuatu, jadi jika kita tidak dapat benar-benar melihat itu, maka itu bukan sesuatu yang kita lakukan. tetap bisa memperhitungkan pula. Jadi dari sudut pandang saya, itu bukan sesuatu yang saya benar-benar perlakukan sebagai faktor peringkat. Tentu saja jika orang pergi ke situs web Anda dan mereka mengisi formulir atau mendaftar untuk layanan Anda atau untuk buletin maka umumnya itu pertanda bahwa Anda melakukan hal yang benar. “. John Mueller, Google 2015

Jadi bagaimana Google menilai User Experience ini? Sederhananya Google menggunakan beberapa faktor untuk menentukan apakah pengunjung bisa mendapatkan pengalaman yang baik di website kita…

Salah satunya adalah masalah kecepatan atau page speed dari halaman kita….

“Kami mengatakan kami memiliki faktor kecil di mana untuk halaman yang benar-benar lambat dimuat kami memperhitungkannya.” John Mueller, Google, 2015

Hal lainnya adalah halaman yang hanya mempunyai sedikit konten pada tampilan awalnya. Yang dimaksud konten tampilan awal atau above the fold content adalah konten yang ditampilkan sebelum kita melakukan scroll layar. Jadi kalau bagian atas halaman anda sangat minim konten, maka itu akan dianggap sebagai user experience yang tidak baik.

“Jadi situs yang tidak memiliki banyak konten di bagian atas halaman dapat dipengaruhi oleh perubahan ini. Jika Anda mengklik situs web dan bagian dari situs web yang Anda lihat pertama kali tidak memiliki banyak konten yang terlihat  atau memakai sebagian besar bagian atas halaman untuk iklan, itu tidak terlalu baik untuk user experience. “Google 2012

Quality Raters Dan Google Panda

Saat ini Google mempekerjakan puluhan ribu orang untuk menjadi penilai kualitas halaman yang mereka tampilkan. Jadi ada kemungkinan website anda akan mendapatkan kunjungan dari penilai kualitas halaman jika website anda berada di halaman pertama untuk suatu kata kunci. Terlebih jika kata kunci itu adalah YMYL.

Selain Quality Raters, … tentunya ada algoritma Panda yang melakukan proses otomatis untuk menilai jika sebuah halaman mempunyai konten yang berkualitas rendah.

Ada beberapa laporan di mana website mengalami penurunan peringkat dengan drastis padahal tidak ada update besar. Jadi di dalam komunitas SEO internasional ini dianggap sebagai hasil dari penilaian manual oleh penilai kualitas yang disewa Google. Sepertinya ini belum menjadi kasus di Indonesia, namun bisa terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Saat ini kita hanya menghadapi algoritma panda saja… Algoritma ini sebenarnya masih belum bekerja dengan baik karena masih sering ditemukan konten yang berkualitas rendah di halaman pertama Google.

Jadi anda perlu mempersiapkan website yang memang berkualitas jika anda ingin website anda untuk jangka panjang, karena sistem manual raters dan algoritma panda ini masih akan terus berkembang.

Saat ini optimasi backlink masih bisa dilakukan dengan teknik black hat, dan hal itu masih terbukti berhasil menaikkan peringkat. Namun kenaikan peringkat ini hanya terjadi pada website-website yang berkualitas. Kegagalan optimasi pada website yang minim konten, duplikat, dan jarang update menjadi semakin tinggi persentasenya….

Jadi kita bisa menarik kesimpulan bahwa Google semakin pintar dalam menilai user experience di website kita. Walaupun mereka tidak bisa melihat secara langsung aktifitas pengunjung di website kita.

 

 

 

Kategori: SEO

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *