Ada banyak orang yang berusaha mengetahui berapa jumlah backlink mereka saat ini. Jadi mereka menggunakanberbagai tools untuk mencari backlink-backlink yang terpasang. Mulai dari laporan search console, ahrefs, moz, dll. Jadi apakah ada cara untuk mengetahui jumlah backlink anda yang sebenarnya?

Jawabnya adalah TIDAK ADA.

alat cek backlink

Kenapa bisa seperti itu? Tidak lain karena keterbatasan sistem. Untuk menjelaskan ini kami akan memperlihatkan data di bawah ini…

Jumlah nama domain di akhir tahun 2019 adalah 354,7 juta nama domain yang terbagi menjadi 1,7 miliar website. Itu berarti ada banyak website yang dibuat dalam satu nama domain dengan menggunakan beberapa subdomain.

Ini berdasarkan data yang dikeluarkan techjury…

==================

jumlah website

==================

Ahrefs

Sekarang kita bisa melihat data yang dirilis oleh ahrefs di mana mereka mengklaim sebagai mesin perayapan terbaik kedua setelah Google. Dan menurut data ahrefs saat ini mereka mengindeks 170 juta nama domain dan 17,27 milliar halaman…. Itu berarti mereka hanya mengindeks kurang dari 50% dari total nama domain yang ada di internet.

Jadi jika anda mencari data backlink di Ahrefs, maka kemungkinan referal nama domain yang akan anda temukan kurang dari 50% nama domain yang seharusnya anda miliki saat ini.

data ahrefs

Anda bisa melihat bahwa ahrefs mengindeks 17,27 triliun halaman website di indexnya… Apakah ini berarti mereka juga hanya mengindeks kurang dari 50% jumlah halaman di internet? Ternyata tidak. Di tahun 2016 Google mengklaim mengindeks lebih dari 130 triliun halaman….  Jadi jumlah di tahun 2020 ini pasti jauh lebih banyak lagi….

jumlah halaman dalam index Google 2016

Anggap saja pertambahan halaman internet dalam index Google melambat dan hanya menjadi 170 triliun. Itu berarti ahrefs hanya mengindeks 10% halaman yang ada di indeks Google saat ini. Jadi peluang jumlah total backlink anda yang tercatat di ahrefs pun hanya 10% dari yang seharusnya

Kesimpulannya, Ahrefs hanya merayapi kurang dari 50% nama domain dan tidak semua halaman di dalam setiap nama domain itu dirayapinya… Rata-rata setiap website hanya dirayapi 20% saja…. (dengan asumsi 170 triliun halaman tadi)….

Jadi apakah kalau kita memasang link di 17,27 triliun halaman yang ada dalam index Ahrefs pasti akan segera ditemukan oleh ahrefs? Belum tentu.

Coba anda lihat data lansiran Ahrefs di atas. Setiap hari mereka hanya merayapi 6,2 miliar halaman saja. Jadi mereka butuh 93 bulan atau 7 tahun 9 bulan untuk mengumpulkan data 17,27 triliun halaman.

Tentu ada halaman yang menjadi prioritas dan dirayapi berkali-kali dalam sebulan. Dan ada banyak halaman yang sudah tidak dirayapi selama setahun. Bahkan pasti masih banyak halaman yang sudah lebih 5 tahun tidak dirayapi … jika kemampuan perayapannya seperti ini.

Jadi Ahrefs pasti tidak bisa menjadi alat untuk mengetahui jumlah backlink yang sebenarnya.

Moz

Moz adalah penyedia metrik Domain dan Page Authority. Metrik ini bergerak sesuai dengan pertambahan backlink yang kita lakukan. Jadi apakah moz bisa diandalkan?

Jika anda menggunakan link explorer moz, maka akan jelas terlihat bahwa seringkali data yang ditunjukkan jumlahnya lebih kecil dari ahrefs. Jadi mungkin saja klaim ahrefs bahwa mereka adalah yang terbaik setelah Google adalah benar.

Itu berarti nilai DA dan PA ditentukan bukan berdasarkan kondisi real melainkan hasil sampling yang dilakukan oleh moz. Jadi moz.com pun tidak bisa membantu anda untuk mengetahui jumlah backlink yang sebenarnya.

Google Search Console

Jika ahrefs dan moz gagal menyediakan data yang realtime, maka harapan terakhir bisa kita gantungkan pada Search Console. Apakah Google search console menyediakan cara untuk mengetahui jumlah backlink kita yang sebenarnya saat ini? Ternyata tidak juga…. Google sendiri mengklaim bahwa data yang mereka tampilkan di search console tidak realtime, bahkan kadang hasilnya direset kembali ke nol.

Yang menjadi masalah adalah search console baru saat ini sudah tidak sama seperti search concole lama yang memperlihatkan backlink yang baru terindeks dan tanggal pengindeksannya. Tapi di search concole yang lama kita bisa menemukan backlink yang baru masuk dalam indeks Google setelah 6 bulan dari terpasangnya backlink tersebut.

Jadi dari sini kita bisa melihat bahwa Google pun tidak bisa merayapi keseluruhan halaman website yang ratusan triliun jumlahnya itu setiap bulannya. Jadi Google mempunyai periode deep crawling setiap bulannya selama 6 sampai 10 hari, dan tetap saja tidak semua halaman bisa dirayapai Google dalam masa deepcrawling ini….

=================

Jadi mengusahakan backlink masih merupakan aktifitas yang wajib kita lakukan jika menghadapi persaingan menengah ke atas. Tapi sampai saat ini belum ada alat untuk melakukan pemeriksaan backlink secara realtime. KIta hanya melakukan pemasangan saja, sedangkan pengindeksannya itu benar-benar bergantung pada sistem Google dan skema link yang tersebar di internet saat ini.

Kategori: Uncategorized

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *