Pada saat anda melakukan riset kata kunci, biasanya anda perlu mengetahui seberapa berat persaingan dari suatu kata kunci. Salah satu faktor yang perlu anda ketahui untuk melakukan penelitian ini adalah usia domain dari website pesaing anda. Jadi bagaimana cara mengetahui usia domain dari pesaing website anda?

usia nama domain

Untuk mengetahui usia domain dari sebuah website anda bisa menggunakan fasilitas WHOIS. Jadi silakan mengunjungi halaman https://www.WHOIS.com/ untuk TLD internasional; atau halaman https://pandi.id/WHOIS/ untuk cTLD indonesia (.id, web.id, co.id, dll)

Di dalam kedua halaman tersebut terdapat sebuah kolom untuk memasukkan nama domain; jadi silakan masukkan nama domain yang ingin anda ketahui usianya ke dalam kolam tersebut. Pastikan nama domain tersebut tidak menggunakan http:// atau https:// dan juga www. Contoh: kepointernet.com.

masukkan nama domain ke dalam whois

Setelah anda memasukkan nama domain silakan klik search atau check … Dan tunggu beberapa saat. Nanti akan muncul pemberitahuan bahwa status nama domain tersebut adalah unavailable.

Untuk mengetahui usia dari nama domain tersebut cukup mengklik tombol WHOIS.

klik tombol whois

Nanti ada akan mendapatkan data keluaran seperti gambar di bawah ini. Saya sudah memberi kotak merah pada tanggal registrasi nama domain tersebut. Jadi dari sini anda sudah bisa mengetahui berapa usia dari nama domain yang anda cek menggunakan WHOIS.

tanggal registrasi nama domain

Jadi sangat mudah sekali untuk mengetahui berapa usia dari sebuah nama domain. Semoga panduan ini bisa bermanfaat untuk anda

Kategori: SEO

2 Komentar

Uus · 15 Desember 2018 pada 12:58 pm

Mas mau tanya nih, ada kawan saya yg membeli domain skitar 2 bulan yg lalu, dan ternyata domain yg dia beli pernah ada di thn 2011, stelah dicek di web archive domain tersebut tidak ada artikel ato jejaknya, nah pertanyaan saya, apakah usianya dihitung dr teman saya beli domain 2bln yg lalu, atau dihitung dr thn 2011 itu?, terima kasih atas jawabannya

    kepoin · 15 Desember 2018 pada 3:16 pm

    Setahu saya nama domain itu kalau sudah pernah terhapus, maka usianya akan dimulai sejak didaftarkan lagi. Beda jika nama domainnya belum pernah dihapus dan dimasukkan ke pelelangan nama domain di situ usia dari nama domainnya akan tetap terjaga. Tapi usia domain sendiri tidak akan banyak membantu dalam peringkat jika websitenya sendiri tidak terpelihara atau terbengkalai. Biasanya orang membeli domain tua itu untuk mendapatkan backlinknya, dan backlink ini sendiri tidak banyak berguna kalau kata kuncinya ternyata tidak relevan dengan isi website. Dalam hal SEO saya tidak pernah membeli domain tua, saya lebih suka mengoptimasi dari awal. Tapi kalau mas tidak tahu nama domainnya pernah ada sebelumnya, maka abaikan saja usia domain dan backlink yang mungkin masih ada. Sebaiknya mas mengembangkan websitenya seperti layaknya nama domain baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *