Apakah backlink masih penting dalam SEO? Pertanyaan ini sebenarnya sudah sering muncul sejak sekitar tahun 2012, bahkan sampai sekarang pun masih terus dibahas di kalangan praktisi digital marketing dan pemilik website.
Jawaban singkatnya adalah backlink masih penting. Tapi kalau kita bahas lebih jujur dan realistis, jawabannya sudah tidak sesederhana itu lagi.
Backlink masih menjadi salah satu elemen penting dalam SEO, tetapi keberadaannya tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan keberhasilan sebuah website di Google. Memiliki banyak backlink belum tentu membuat sebuah halaman unggul dalam persaingan pencarian, terutama jika kontennya kurang relevan, kualitas halaman rendah, atau tidak mampu menjawab kebutuhan pengguna.
Dalam praktik SEO saat ini, hasil pencarian dipengaruhi oleh berbagai sistem dan sinyal yang bekerja bersama. Karena itu, strategi backlink perlu disesuaikan dengan kondisi website secara keseluruhan, mulai dari kualitas konten, relevansi topik, reputasi sumber informasi, hingga kondisi teknis website.
Backlink tetap layak diperhatikan, tetapi penggunaannya harus menjadi bagian dari strategi SEO yang lebih menyeluruh, bukan sekadar aktivitas mengumpulkan tautan sebanyak mungkin.
SEO Modern Tidak Bisa Lepas dari E-E-A-T
Salah satu konsep yang sering dibahas ketika mengevaluasi kualitas konten adalah E-E-A-T, singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, dan Trustworthiness. Kerangka ini digunakan dalam panduan penilaian kualitas pencarian Google untuk membantu evaluator memahami apakah konten memberikan pengalaman yang baik dan layak dipercaya.
E-E-A-T bukan skor tunggal yang diberikan Google kepada setiap website. Kerangka ini juga bukan satu faktor ranking yang dapat dioptimalkan hanya dengan memasang backlink atau menambahkan informasi tertentu pada halaman.
Meskipun demikian, memahami prinsip E-E-A-T dapat membantu pemilik website membangun konten yang lebih kredibel, terutama pada topik yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi, seperti kesehatan, keuangan, keselamatan, dan keputusan penting lainnya.
1. Experience (Pengalaman)
Experience berkaitan dengan sejauh mana pembuat konten memiliki pengalaman langsung atau pengalaman praktis mengenai topik yang dibahas.
Pengalaman dapat membuat sebuah artikel lebih bermanfaat karena pembaca tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga gambaran nyata tentang bagaimana suatu hal dilakukan, apa tantangannya, dan apa yang perlu diperhatikan.
Sebagai contoh, artikel mengenai penggunaan perangkat lunak dapat menjadi lebih informatif jika penulis benar-benar mencoba perangkat tersebut dan menjelaskan hasil pengujiannya. Begitu pula artikel tentang strategi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah ketika dilengkapi pengalaman menjalankan usaha, menghadapi kendala, atau menerapkan strategi tertentu.
Pengalaman langsung juga dapat ditunjukkan melalui dokumentasi, foto asli, hasil pengujian, studi kasus, atau penjelasan proses yang benar-benar dilakukan.
Namun, tidak semua artikel harus ditulis oleh seseorang yang pernah mengalami langsung setiap hal yang dibahas. Artikel yang menyajikan hasil penelitian, merangkum sumber tepercaya, atau menjelaskan konsep ilmiah juga dapat bermanfaat apabila disusun secara akurat dan transparan.
Yang terpenting adalah tidak membuat klaim pengalaman yang sebenarnya tidak dimiliki dan memastikan bahwa isi konten sesuai dengan tujuan pencarian pengguna.
2. Expertise (Keahlian)
Expertise merujuk pada pengetahuan atau keterampilan yang diperlukan untuk membahas suatu topik secara memadai.
Website yang memiliki konten berkualitas tidak hanya mengumpulkan banyak artikel, tetapi juga berusaha memberikan penjelasan yang akurat, relevan, dan sesuai dengan tingkat pemahaman pembacanya.
Sebagai ilustrasi:
- Kesehatan: Artikel tentang diagnosis atau pengobatan membutuhkan ketelitian tinggi, sumber medis yang dapat dipercaya, dan keterlibatan tenaga profesional yang sesuai ketika diperlukan.
- Teknologi: Pembahasan perangkat atau perangkat lunak dapat diperkuat dengan pengujian, pemahaman teknis, dan informasi spesifikasi yang akurat.
- Bisnis: Artikel mengenai pengembangan usaha dapat memberikan manfaat lebih besar jika menjelaskan proses, pertimbangan, risiko, serta penerapan strategi dalam situasi nyata.
- SEO: Pembahasan optimasi website sebaiknya didukung pemahaman tentang mesin pencari, pengalaman penerapan strategi, dokumentasi hasil, dan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi.
Keahlian tidak selalu harus dibuktikan melalui gelar akademik atau sertifikat. Bentuk pembuktiannya bergantung pada topik yang dibahas. Untuk materi profesional tertentu, kualifikasi formal memang dapat menjadi aspek penting, sedangkan topik lain mungkin lebih mengutamakan pengalaman praktis dan kemampuan menjelaskan masalah secara tepat.
Dalam konteks SEO, tujuan membangun keahlian bukan sekadar membuat website terlihat profesional. Konten harus benar-benar memberikan jawaban yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak menyesatkan pembaca.
3. Authoritativeness (Otoritas)
Authoritativeness berkaitan dengan sejauh mana penulis, organisasi, atau website dikenal sebagai sumber yang layak dirujuk dalam bidang tertentu.
Otoritas tidak hanya dibentuk melalui klaim sepihak bahwa sebuah website merupakan yang terbaik. Reputasi biasanya berkembang melalui kualitas informasi, kontribusi yang konsisten, pengakuan dari pihak lain, serta keterkaitan website dengan bidang yang dibahas.
Contohnya, sebuah website teknologi dapat memperoleh pengakuan ketika artikelnya sering dijadikan referensi oleh publikasi lain. Sebuah perusahaan juga dapat membangun reputasi melalui studi kasus, dokumentasi proyek, ulasan pelanggan yang autentik, dan informasi yang transparan.
Dalam konteks ini, backlink dapat berperan sebagai salah satu bentuk referensi eksternal. Ketika website lain memberikan tautan menuju suatu halaman karena menganggap informasinya relevan atau bermanfaat, tautan tersebut dapat membantu mesin pencari memahami hubungan antarsumber.
Namun, tidak semua backlink merupakan bentuk pengakuan yang sama. Tautan yang diperoleh secara editorial dari publikasi relevan berbeda konteksnya dengan tautan yang dibeli semata-mata untuk memanipulasi ranking.
Karena itu, membangun otoritas sebaiknya tidak hanya dilakukan dengan menambah backlink. Publikasi konten yang berkualitas, pengembangan reputasi brand, kontribusi terhadap industri, dan penyediaan informasi yang dapat dipercaya juga layak menjadi bagian dari strategi jangka panjang.
4. Trustworthiness (Kepercayaan)
Trustworthiness berkaitan dengan tingkat kepercayaan terhadap informasi, penulis, dan pihak yang bertanggung jawab atas sebuah website.
Di antara unsur E-E-A-T, kepercayaan merupakan aspek yang sangat mendasar. Konten yang terlihat ahli atau berasal dari website populer tetap dapat bermasalah apabila informasinya tidak akurat, identitas pengelolanya tidak jelas, atau praktik yang digunakan menyesatkan pengguna.
Ada beberapa hal yang dapat membantu membangun kepercayaan terhadap website:
- Identitas yang jelas: Pengunjung dapat mengetahui siapa yang menerbitkan konten dan siapa yang bertanggung jawab atas website.
- Informasi yang akurat: Klaim penting didukung sumber yang relevan dan dapat diperiksa.
- Transparansi: Informasi mengenai produk, layanan, harga, kebijakan, atau hubungan komersial disampaikan secara jelas sesuai kebutuhan.
- Keamanan: Website menyediakan pengalaman penggunaan yang aman dan menangani informasi pengguna secara bertanggung jawab.
- Reputasi yang baik: Website tidak membangun kredibilitas melalui klaim palsu, manipulasi, atau praktik yang merugikan pengunjung.
Untuk website bisnis, informasi perusahaan, halaman kontak, kebijakan privasi, dan penjelasan layanan dapat membantu pengunjung memahami siapa penyedia layanan tersebut. Namun, keberadaan halaman-halaman ini saja tidak otomatis menjamin kepercayaan atau meningkatkan ranking.
Begitu pula backlink. Memiliki banyak tautan dari website lain tidak dapat menggantikan kebutuhan untuk menyediakan informasi yang akurat dan menjalankan bisnis secara transparan.
Jadi, Apa Posisi Backlink dalam SEO Saat Ini?
Backlink masih relevan karena tautan membantu mesin pencari menemukan halaman dan memahami hubungan antarkonten. Tautan juga dapat menjadi referensi yang menunjukkan bahwa suatu informasi layak diperhatikan, bergantung pada konteks dan cara tautan tersebut diperoleh.
Namun, strategi SEO tidak lagi dapat dijalankan hanya dengan mengandalkan jumlah backlink.
Ketika mengevaluasi backlink, beberapa aspek yang layak diperhatikan meliputi:
- Kualitas sumber: Apakah website pemberi tautan dikelola dengan baik dan memiliki konten yang bermanfaat?
- Relevansi: Apakah topik halaman sumber berkaitan dengan halaman tujuan?
- Konteks penempatan: Apakah tautan menjadi bagian yang wajar dari pembahasan?
- Cara memperoleh tautan: Apakah backlink diberikan secara editorial atau dibuat melalui skema yang bertujuan memanipulasi ranking?
- Manfaat bagi pengunjung: Apakah tautan membantu pembaca menemukan informasi tambahan yang relevan?
Tidak ada rumus universal yang menyatakan satu backlink tertentu pasti lebih kuat daripada puluhan backlink lainnya. Dampak sebuah tautan tidak dapat dipastikan hanya dari DA, PA, trafik, atau posisi penempatannya.
Meski demikian, mendapatkan referensi relevan dari website yang kredibel merupakan pendekatan yang lebih masuk akal dibandingkan mengumpulkan backlink secara massal tanpa mempertimbangkan kualitas sumbernya.
Backlink juga perlu dilihat sebagai bagian dari keseluruhan strategi. Jika halaman tujuan tidak memiliki informasi yang memadai atau tidak menjawab kebutuhan pencarian pengguna, menambah tautan saja belum tentu membuat halaman tersebut mampu bersaing.
Faktor Lain yang Perlu Diperhatikan Selain Backlink
Backlink bukan satu-satunya aspek yang perlu diperbaiki ketika sebuah website sulit mendapatkan peringkat di Google. Ada beberapa komponen lain yang layak diperiksa untuk mengetahui apakah website sudah memiliki fondasi SEO yang memadai.
1. Kualitas dan Cakupan Konten
Memiliki banyak halaman tidak otomatis membuat sebuah website lebih kuat dalam persaingan pencarian. Jumlah halaman yang terindeks juga bukan ukuran langsung bahwa sebuah website telah menguasai suatu bidang.
Yang lebih penting adalah apakah halaman-halaman tersebut memberikan informasi yang berguna dan memiliki tujuan yang jelas.
Website yang membahas suatu topik secara mendalam dapat menyediakan beberapa jenis konten, mulai dari panduan dasar, penjelasan teknis, perbandingan pilihan, studi kasus, hingga jawaban atas pertanyaan yang sering diajukan.
Namun, setiap halaman sebaiknya memiliki alasan yang jelas untuk dipertahankan. Membuat banyak artikel dengan isi hampir sama hanya untuk menargetkan variasi kata kunci dapat menyebabkan pengulangan yang tidak memberikan manfaat berarti bagi pembaca.
Beberapa hal yang perlu dievaluasi meliputi:
- Apakah konten menjawab kebutuhan pencarian pengguna?
- Apakah informasi yang disajikan akurat dan cukup mendalam?
- Apakah artikel memberikan nilai tambah dibandingkan sumber lain?
- Apakah beberapa halaman memiliki pembahasan yang terlalu mirip?
- Apakah informasi penting diperbarui ketika terjadi perubahan yang relevan?
Tujuannya bukan sekadar memperbanyak halaman yang terindeks, melainkan membangun kumpulan konten yang berguna, saling melengkapi, dan sesuai dengan kebutuhan audiens.
2. Kualitas Konten dan Manfaat bagi Pembaca
Konten tetap menjadi bagian penting dalam SEO karena halaman harus menyediakan informasi yang sesuai dengan kebutuhan pencarian pengguna.
Artikel yang panjang belum tentu lebih baik daripada artikel yang pendek. Demikian pula, penggunaan kata kunci secara berulang tidak otomatis membuat sebuah halaman lebih relevan.
Konten yang baik seharusnya menyampaikan informasi dengan jelas, memberikan jawaban yang memadai, dan membantu pembaca mengambil keputusan atau menyelesaikan masalah.
Untuk memperbaiki kualitas konten, perhatikan beberapa aspek berikut:
- Kesesuaian dengan search intent: Isi halaman harus sesuai dengan tujuan orang melakukan pencarian.
- Kelengkapan pembahasan: Informasi penting disampaikan tanpa menambahkan paragraf yang hanya mengulang gagasan yang sama.
- Akurasi: Data, klaim, dan rekomendasi diperiksa berdasarkan sumber yang relevan.
- Keterbacaan: Struktur paragraf, heading, contoh, dan penjelasan memudahkan pembaca memahami isi.
- Nilai tambah: Konten menyertakan analisis, pengalaman, data, atau penjelasan yang benar-benar membantu.
Penggunaan AI untuk membantu penulisan juga tidak otomatis membuat konten buruk. Yang perlu dihindari adalah publikasi massal yang tidak memberikan nilai tambah, berisi informasi tidak akurat, atau dibuat terutama untuk memanipulasi hasil pencarian.
Website dapat berkembang melalui konten yang bermanfaat meskipun tidak setiap halamannya memiliki banyak backlink. Namun, hal tersebut bukan berarti backlink tidak penting; kebutuhan setiap halaman bergantung pada topik dan tingkat persaingan yang dihadapi.
3. Pengalaman Pengguna dan Kondisi Teknis Website
Pengalaman pengguna merupakan aspek penting dalam membangun website yang nyaman diakses. Pengunjung perlu dapat membaca konten, menemukan informasi, dan menggunakan fitur website tanpa mengalami hambatan yang tidak perlu.
Beberapa aspek yang layak diperiksa antara lain:
- Kecepatan dan responsivitas: Halaman dapat dimuat dan digunakan dengan nyaman pada berbagai perangkat.
- Tampilan mobile: Teks, gambar, dan elemen interaktif dapat diakses melalui layar kecil.
- Navigasi: Pengunjung dapat menemukan kategori, halaman layanan, dan artikel yang dibutuhkan.
- Keamanan: Website menggunakan konfigurasi keamanan yang memadai, termasuk HTTPS.
- Stabilitas halaman: Halaman penting dapat diakses dan tidak mengalami kesalahan teknis yang menghambat pengguna.
Core Web Vitals dapat membantu mengevaluasi pengalaman pengguna melalui metrik seperti kecepatan pemuatan konten utama, respons terhadap interaksi, dan kestabilan tata letak.
Namun, perlu dibedakan antara meningkatkan pengalaman pengguna dan mengoptimalkan ranking secara langsung. Google menggunakan berbagai sistem dan sinyal pencarian; tidak ada jaminan bahwa website dengan skor kecepatan tinggi akan mengungguli semua pesaingnya.
Sebaliknya, website dengan backlink kuat pun dapat menghadapi masalah apabila halaman penting tidak dapat diakses, konten sulit dibaca, atau terdapat kendala teknis yang menghalangi proses crawling dan indexing.
Karena itu, perbaikan teknis sebaiknya difokuskan pada masalah yang benar-benar memengaruhi aksesibilitas, pemahaman mesin pencari, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.
Fitur pendukung dapat membantu pengunjung menjelajahi website dan menemukan informasi yang sesuai dengan kebutuhannya.
Contohnya meliputi:
- Pencarian internal: Memudahkan pengunjung menemukan artikel atau halaman tertentu.
- Kategori yang terstruktur: Mengelompokkan konten berdasarkan topik yang jelas.
- Filter dan penyortiran: Membantu pengguna menemukan produk, layanan, atau informasi sesuai kriteria yang dibutuhkan.
- Internal link: Menghubungkan halaman yang saling berkaitan.
- Breadcrumb: Membantu pengunjung memahami posisi halaman dalam struktur website.
Tidak semua website memerlukan seluruh fitur tersebut. Blog sederhana, misalnya, mungkin cukup menggunakan kategori, pencarian internal, dan internal link yang terstruktur dengan baik. Sementara itu, website e-commerce atau portal dengan banyak konten dapat membutuhkan fitur pencarian dan filter yang lebih lengkap.
Internal link juga membantu mesin pencari menemukan halaman lain dalam website dan memahami hubungan antarkonten. Karena itu, artikel yang relevan sebaiknya saling terhubung apabila tautan tersebut membantu pembaca melanjutkan pencarian informasi.
Namun, menambahkan fitur sebanyak mungkin bukan tujuan utama SEO. Fitur yang tidak diperlukan justru dapat membuat website lebih rumit atau memperlambat akses.
Prioritaskan fungsi yang benar-benar membantu pengunjung. Dengan struktur navigasi yang jelas dan halaman yang saling terhubung secara logis, website akan lebih mudah digunakan sekaligus memiliki fondasi teknis yang lebih baik untuk mendukung SEO.
5. Usia Domain dan Riwayat Website
Usia domain sering dianggap sebagai salah satu keunggulan dalam persaingan SEO. Website yang sudah beroperasi selama bertahun-tahun memang terkadang lebih mudah ditemukan di halaman pertama Google dibandingkan website yang baru diluncurkan. Namun, kondisi tersebut tidak berarti bahwa usia domain secara langsung menentukan peringkat.
Google tidak menyatakan bahwa domain yang lebih tua otomatis mendapatkan nilai ranking lebih tinggi hanya karena tanggal pendaftarannya lebih lama. Keunggulan website senior biasanya berkaitan dengan berbagai hal yang telah berkembang selama bertahun-tahun, seperti konten, reputasi, backlink, pengenalan brand, dan riwayat keberadaan website di internet.
Sebagai contoh, sebuah website yang telah membahas industri tertentu selama sepuluh tahun mungkin sudah memiliki ratusan artikel yang relevan, mendapatkan referensi dari berbagai sumber, dan dikenal oleh audiensnya. Website baru yang membahas topik serupa tentu perlu waktu untuk membangun aset tersebut.
Namun, website baru tetap memiliki peluang bersaing apabila mampu menyajikan konten yang relevan, memberikan informasi yang lebih bermanfaat, dan memenuhi kebutuhan pencarian pengguna dengan baik.
Persaingan juga berbeda untuk setiap kata kunci. Kata kunci pendek seperti “jasa SEO” mungkin memiliki banyak pesaing dengan konten dan reputasi yang sudah berkembang selama bertahun-tahun. Sebaliknya, kata kunci yang lebih spesifik seperti “jasa SEO untuk toko online perlengkapan bayi” dapat memiliki tingkat persaingan yang berbeda.
Karena itu, jika website Anda masih baru, menargetkan kata kunci yang lebih spesifik dapat menjadi strategi awal yang masuk akal. Kata kunci semacam ini memungkinkan Anda membangun relevansi pada topik tertentu sekaligus menjangkau pengguna dengan kebutuhan yang lebih jelas.
Meski demikian, jangan menganggap semua kata kunci panjang pasti mudah atau semua kata kunci pendek pasti sulit. Tingkat persaingan perlu diperiksa berdasarkan hasil pencarian aktual, kualitas halaman pesaing, kebutuhan pengguna, dan kekuatan website yang bersaing.
Kesimpulannya, usia domain lebih tepat dipandang sebagai konteks riwayat website, bukan jaminan keunggulan ranking. Website baru sebaiknya berfokus pada membangun konten berkualitas, memperkuat reputasi, dan memilih target pencarian yang realistis daripada menunggu domain menjadi tua.
6. Backlink sebagai Referensi dari Website Lain
Backlink tetap memiliki peran dalam SEO karena menghubungkan halaman-halaman di internet dan membantu mesin pencari memahami hubungan antarsumber informasi.
Ketika sebuah website memberikan tautan menuju halaman Anda, tautan tersebut dapat berfungsi sebagai referensi yang memudahkan pembaca menemukan informasi tambahan. Dalam konteks tertentu, backlink juga dapat menjadi petunjuk bagi mesin pencari mengenai hubungan dan relevansi ant halaman.
Namun, tidak semua tautan memiliki nilai yang sama. Backlink yang diberikan secara editorial karena konten Anda bermanfaat berbeda dengan tautan yang dibuat secara massal atau dibeli semata-mata untuk memengaruhi peringkat.
Google masih menggunakan sistem analisis tautan, termasuk PageRank, sebagai bagian dari sistem pencariannya. Akan tetapi, PageRank bukan satu-satunya sistem yang menentukan hasil pencarian. Relevansi halaman, kualitas konten, dan berbagai sinyal lainnya juga berperan dalam proses pemeringkatan.
Oleh sebab itu, backlink sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari strategi SEO, bukan sebagai pengganti kualitas konten atau optimasi website secara keseluruhan.
Bisakah Website Mendapatkan Ranking Tanpa Banyak Backlink?
Bisa. Website tetap memiliki peluang mencapai halaman pertama Google meskipun jumlah backlink-nya relatif sedikit, terutama ketika menargetkan kata kunci yang tingkat persaingannya tidak terlalu tinggi.
Misalnya, sebuah bisnis lokal memiliki website dengan halaman layanan yang informatif, menjelaskan cakupan pekerjaan secara lengkap, memberikan informasi kontak yang jelas, dan menjawab pertanyaan calon pelanggan. Jika halaman tersebut sesuai dengan kebutuhan pencarian dan mampu bersaing dengan hasil lainnya, peluang mendapatkan visibilitas organik tetap terbuka.
Dalam kondisi seperti ini, menambah banyak backlink belum tentu menjadi langkah pertama yang paling dibutuhkan. Memperbaiki halaman layanan, menyempurnakan konten, atau mengatasi masalah teknis mungkin lebih bermanfaat.
Namun, untuk kata kunci yang sangat kompetitif, backlink dapat menjadi salah satu aspek penting yang perlu dievaluasi. Jika banyak pesaing memiliki konten berkualitas dan relevansi yang sebanding, perbedaan profil backlink bisa menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.
Perlu diingat bahwa jumlah backlink saja tidak cukup untuk mengukur kekuatan sebuah website. Website dengan sedikit tautan dari sumber yang relevan dapat memiliki profil backlink yang lebih baik daripada website dengan ribuan tautan yang tidak berkualitas.
Jika website Anda belum mendapatkan hasil yang diharapkan, periksa beberapa hal berikut sebelum memutuskan untuk menambah backlink:
- Kesesuaian kata kunci: Apakah halaman yang ditargetkan benar-benar menjawab maksud pencarian pengguna?
- Kualitas konten: Apakah informasi yang disediakan cukup lengkap, akurat, dan bermanfaat?
- Kondisi teknis: Apakah halaman dapat diakses dan diindeks oleh Google?
- Internal link: Apakah halaman mendapatkan tautan dari halaman lain yang relevan di website Anda?
- Persaingan: Apa keunggulan halaman pesaing yang sudah berada di posisi atas?
- Profil backlink: Apakah halaman pesaing memiliki referensi eksternal yang relevan dan sulit ditiru?
Dengan menganalisis aspek-aspek tersebut, Anda dapat menentukan apakah prioritas optimasi sebaiknya diarahkan pada konten, teknis website, backlink, atau kombinasi beberapa pendekatan.
Tiga Strategi SEO yang Bisa Anda Pilih
Tidak semua website membutuhkan strategi SEO yang sama. Pilihan pendekatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi website, tingkat persaingan kata kunci, anggaran, dan tujuan bisnis.
1. Fokus pada Konten (Content-Heavy Strategy)
Strategi ini mengutamakan pengembangan konten yang relevan, mendalam, dan mampu menjawab kebutuhan audiens.
Penerapannya dapat meliputi:
- Membuat panduan lengkap untuk topik utama.
- Mengembangkan artikel pendukung yang membahas pertanyaan spesifik.
- Memperbarui konten lama yang sudah tidak relevan.
- Menghubungkan halaman yang berkaitan menggunakan internal link.
- Menghindari halaman yang hanya mengulang pembahasan tanpa memberikan nilai tambah.
Pendekatan ini cocok untuk website yang ingin membangun sumber informasi jangka panjang, seperti blog khusus industri, portal edukasi, website perusahaan, atau bisnis yang memiliki banyak topik untuk dibahas.
Namun, strategi berbasis konten bukan berarti harus menerbitkan artikel sebanyak mungkin. Jumlah halaman yang besar tidak otomatis menghasilkan ranking lebih baik apabila banyak halaman tidak memberikan manfaat yang jelas.
Konten juga tetap perlu didukung struktur teknis yang memadai dan, sesuai kebutuhan persaingan, upaya membangun reputasi serta memperoleh referensi dari website lain.
2. Fokus pada Backlink (Link-Building Strategy)
Strategi ini memberikan perhatian lebih besar pada aktivitas memperoleh referensi dari website lain, terutama ketika halaman yang ditargetkan sudah memiliki konten dan fondasi teknis yang memadai.
Pendekatannya dapat meliputi:
- Mengidentifikasi website yang relevan dengan bidang bisnis.
- Mengembangkan konten yang layak dijadikan referensi.
- Menjalin hubungan dengan publikasi, komunitas, atau mitra industri.
- Mengevaluasi kualitas dan relevansi domain pemberi backlink.
- Memantau perubahan profil backlink dan performa halaman yang ditargetkan.
Pendekatan ini dapat menjadi bagian dari optimasi landing page atau halaman layanan yang menargetkan kata kunci tertentu. Akan tetapi, halaman tersebut tetap perlu memberikan informasi yang memadai agar pengunjung memahami layanan atau produk yang ditawarkan.
Strategi backlink juga memiliki risiko apabila dilakukan dengan cara yang tidak sesuai kebijakan Google. Pembelian tautan yang bertujuan memanipulasi ranking, penggunaan program otomatis untuk membuat backlink, dan skema tautan yang dibuat secara artifisial dapat termasuk dalam praktik link spam.
Karena itu, fokus pada backlink bukan berarti mengutamakan jumlah sebanyak mungkin. Kualitas sumber, relevansi, tujuan penempatan, dan cara memperoleh tautan tetap harus menjadi pertimbangan.
3. Strategi Seimbang
Bagi banyak website bisnis, pendekatan yang menggabungkan konten, optimasi teknis, dan link building dapat menjadi pilihan yang masuk akal.
Dalam strategi ini, setiap aktivitas memiliki fungsi berbeda:
- Konten: Menjawab kebutuhan pencarian dan memberikan alasan bagi pengunjung untuk memilih website Anda.
- Optimasi on-page: Membantu halaman memiliki struktur, informasi, dan elemen yang sesuai dengan kebutuhan pengguna serta mesin pencari.
- Optimasi teknis: Memastikan halaman dapat diakses, dirayapi, dan diindeks dengan baik.
- Internal link: Menghubungkan halaman yang saling berkaitan.
- Link building: Membantu memperluas jangkauan konten dan memperoleh referensi yang relevan dari sumber eksternal.
Keuntungan pendekatan ini adalah Anda tidak terlalu bergantung pada satu jenis aktivitas optimasi. Jika konten sudah memadai tetapi halaman masih tertinggal dari pesaing, analisis backlink mungkin menjadi langkah berikutnya. Sebaliknya, jika website sudah memiliki banyak backlink tetapi kontennya kurang menjawab kebutuhan pengguna, memperbaiki halaman dapat menjadi prioritas.
Tidak ada komposisi universal yang menetapkan berapa persen anggaran harus dialokasikan untuk konten dan berapa persen untuk backlink. Pembagian sumber daya sebaiknya mengikuti masalah yang ditemukan melalui audit dan data performa website.
Backlink masih menjadi bagian penting dalam SEO, tetapi efektivitasnya perlu dinilai dalam konteks keseluruhan website. Jumlah tautan, usia domain, dan skor metrik pihak ketiga tidak dapat digunakan sendirian untuk memprediksi posisi sebuah halaman di Google.
Website yang ingin meningkatkan visibilitas organik perlu membangun konten yang bermanfaat, memastikan struktur teknisnya memadai, memahami kebutuhan pencarian pengguna, dan mengembangkan reputasi melalui referensi yang relevan.
Backlink dapat mendukung upaya tersebut, terutama ketika berasal dari sumber yang layak dan diperoleh dengan cara yang sesuai. Namun, hasil SEO tetap dipengaruhi berbagai faktor dan tidak dapat dijamin hanya dengan menambah tautan.
Backlink paling tepat digunakan sebagai bagian dari strategi SEO yang menyeluruh, bukan sebagai jalan pintas untuk mendapatkan ranking.

2 Komentar
Yasin Junaedi · 29 Februari 2020 pada 5:14 pm
Iya mas, jelas sekali backlink masih penting. Ada banyak sekali orang yang melakukan pemasangan backlink dan website mereka bisa ranking.
kepoin · 26 Agustus 2020 pada 10:48 am
Iya mas Yasin. Memang backlink saat ini masih penting, hanya saja kita harus berhati-hati dalam melakukan pemasangan, karena Google sekarang memakai banyak sekali sinyal untuk mengetahui apakah backlink kita palsu atau organik.