Riset kata kunci adalah sesuatu yang sangat penting di dalam optimasi SEO. Adapun kunci utama dalam riset kata kunci adalah memahami pasar kita dengan lebih baik: bagaimana mereka mencari informasi, layanan, atau produk yang kita tawarkan?
Riset kata kunci bisa menjawab pertanyaan penting seperti:
- Apa yang dicari orang?
- Seberapa banyak orang yang mencarinya?
- Bagaimana mereka ingin mendapatkan informasi itu?
Jadi di sini kita akan membahas berbagai alat dan strategi untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kita juga akan belajar cara menghindari kesalahan umum dalam riset kata kunci serta menyusun konten yang lebih kuat.
Setelah memahami bagaimana audiens mencari informasi, kita akan membuka banyak peluang baru dalam strategi SEO!

Sebelum Riset Kata Kunci, Ajukan Pertanyaan yang Tepat
Sebelum bisa mengoptimalkan bisnis dengan SEO, kita harus memahami dulu siapa mereka, siapa pelanggan mereka, dan apa tujuan mereka.
Banyak orang melewati tahap perencanaan ini karena dianggap memakan waktu. Padahal, mengabaikannya bisa menjadi kesalahan besar. Apa yang kita ingin rangking dan apa yang sebenarnya dicari audiens bisa jadi sangat berbeda.
Fokuslah pada audiens terlebih dahulu, lalu gunakan data kata kunci untuk memperkuat wawasan tersebut. Dengan cara ini, kita bisa menjalankan kampanye yang jauh lebih efektif daripada sekadar memilih kata kunci secara acak.
Sebagai contoh, ada sebuah toko es krim viral di Surabaya bernama Jo’s Ice yang ingin meningkatkan visibilitas online mereka agar lebih banyak pelanggan datang ke toko dan situs web mereka.
Untuk membantu mereka, kita harus lebih dulu memahami pelanggan mereka dengan mengajukan pertanyaan seperti:
- Jenis es krim atau makanan penutup apa yang banyak dicari orang?
- Siapa yang mencari kata kunci tersebut?
- Kapan mereka mencari es krim? Apakah ada tren musiman?
- Bagaimana orang mencari es krim?
- Kata-kata apa yang mereka gunakan?
- Apakah mereka mencari melalui ponsel atau desktop?
- Kenapa mereka mencari es krim?
- Apakah untuk alasan kesehatan atau hanya ingin menikmati makanan manis?
- Di mana calon pelanggan mereka berada? Secara lokal atau nasional…
Dan yang paling penting: bagaimana kita bisa menyediakan konten terbaik untuk menjawab kebutuhan mereka? Dengan mengajukan pertanyaan ini, kita bisa menyusun strategi riset kata kunci yang lebih akurat dan membangun konten yang lebih relevan.
Kenali alat bantu yang tepat
Ada berbagai alat gratis yang bisa membantu kita dalam riset kata kunci. Jika sudah siap, langsung saja coba beberapa di antaranya!
🔎 Coba Keyword Explorer
🔎 Lihat Kata Kunci yang Sudah Anda Rangking dengan Moz Pro
Moz Pro memungkinkan anda untuk melihat kata kunci yang sudah diranking oleh halaman kita, termasuk volume pencarian, tingkat kesulitan, dan banyak lagi. Tentu saja tools pro seperti ini berbayar, jadi ini sifatnya opsional saja.
Apa yang Dicari Orang?
Kita mungkin punya cara sendiri untuk mendeskripsikan bisnis kita, tapi bagaimana dengan audiens? Kata-kata apa yang mereka gunakan untuk mencari produk, layanan, atau informasi yang kita tawarkan? Ini adalah langkah awal penting dalam riset kata kunci.
Mungkin kita sudah punya beberapa kata kunci di kepala—misalnya terkait produk, layanan, atau topik yang sering dibahas di situs kita. Itu adalah titik awal yang bagus!
Masukkan kata kunci tersebut ke dalam alat riset kata kunci untuk melihat data seperti rata-rata volume pencarian bulanan dan kata kunci terkait. Kita akan membahas lebih lanjut tentang volume pencarian di bagian selanjutnya, tapi yang jelas, data ini bisa membantu kita memilih variasi kata kunci yang paling relevan bagi audiens kita.
Dengan memahami bagaimana orang mencari informasi dan menggunakan alat yang tepat, kita bisa membuat konten yang lebih efektif dan menarik lebih banyak trafik ke situs web kita.
Temukan Lebih Banyak Peluang dengan Riset Kata Kunci
Setelah memasukkan kata kunci awal ke dalam alat riset, kita akan mulai menemukan berbagai kata kunci terkait, pertanyaan umum, hingga topik menarik yang mungkin belum pernah kita pikirkan sebelumnya.
Misalnya, kita punya bisnis toko bunga khusus pernikahan. Jika kita memasukkan kata kunci “wedding” dan “florist”, bisa jadi kita menemukan istilah lain yang banyak dicari, seperti:
- Wedding bouquets (karangan bunga pernikahan)
- Bridal flowers (bunga pengantin)
- Wedding flower shop (toko bunga pernikahan)
Dalam proses ini, kita juga akan melihat bahwa volume pencarian setiap kata kunci bisa bervariasi. Memang, menargetkan kata kunci dengan pencarian tinggi itu bagus, tapi kadang lebih menguntungkan memilih kata kunci dengan volume lebih kecil karena persaingannya lebih rendah.
Baik kata kunci dengan persaingan tinggi maupun rendah punya keunggulannya masing-masing. Yang penting, kita harus memahami volume pencarian agar bisa memprioritaskan kata kunci yang paling strategis untuk bisnis kita.
Jangan Terpaku pada Satu Halaman
Penting untuk diingat: bukan situs web secara keseluruhan yang mendapatkan peringkat, tapi halaman-halamannya.
Memang, merek besar sering kali bisa membuat halaman beranda mereka muncul di banyak pencarian. Tapi bagi kebanyakan situs, justru halaman-halaman lain yang mendatangkan lebih banyak trafik organik.
Karena itu, optimalkan setiap halaman dengan kata kunci yang unik dan bernilai tinggi. Dengan begitu, kita bisa menarik lebih banyak pengunjung dari berbagai pencarian yang relevan.
Seberapa Sering Kata Kunci Dicari?
Semakin tinggi volume pencarian suatu kata kunci, semakin sulit untuk mendapat peringkat tinggi. Ini sering disebut keyword difficulty, yang kadang juga dipengaruhi oleh fitur SERP (seperti cuplikan unggulan, grafik pengetahuan, atau carousel gambar).
Kata kunci dengan volume tinggi sering kali sudah dikuasai oleh merek-merek besar. Jika kita baru memulai dan ingin bersaing di kata kunci yang sama, perlu waktu bertahun-tahun untuk mencapai peringkat atas.
Sebaliknya, jika kita memilih kata kunci dengan volume terlalu rendah, risikonya trafik yang didapat bisa sangat sedikit.
Solusinya? Gunakan kata kunci ekor panjang atau long tail keywords!

Apa Itu Kata Kunci Ekor Panjang?
Mungkin kita tergoda untuk menargetkan kata kunci seperti “sepatu” karena terlihat menjanjikan dengan puluhan ribu pencarian setiap bulan. Tapi, apakah itu benar-benar efektif?
Faktanya, kata kunci dengan volume tinggi sering kali memiliki maksud pencarian yang ambigu. Misalnya, seseorang mencari “pizza”—apakah mereka ingin tahu kandungan gizinya? Mencari tempat makan? Atau ingin memesan pizza?
Sebaliknya, kata kunci seperti “best price red women’s size 7 running shoe” jauh lebih spesifik. Orang yang mencari ini kemungkinan besar sudah siap untuk membeli!
🔹 Jangan remehkan kata kunci dengan volume lebih kecil. Kata kunci ekor panjang lebih spesifik, lebih relevan, dan punya tingkat konversi lebih tinggi.
Cara Memilih Kata Kunci yang Paling Menguntungkan
Setelah menemukan kata kunci potensial, kita bisa meningkatkan strategi dengan mempertimbangkan persaingan, tren musiman, dan lokasi pencarian.
1️⃣ Berdasarkan Persaingan
- Prioritaskan kata kunci dengan volume tinggi yang belum dimanfaatkan pesaing.
- Analisis kata kunci yang sudah digunakan pesaing, lalu coba bersaing di sana.
2️⃣ Berdasarkan Musim
- Gunakan tren musiman untuk menentukan kapan harus mulai memproduksi dan mempromosikan konten.
- Misalnya, pencarian “Christmas box” biasanya mulai meningkat sejak Oktober. Maka, kita harus mulai menyiapkan konten lebih awal!
3️⃣ Berdasarkan Lokasi
- Jika menargetkan pasar lokal, riset kata kunci berdasarkan kota atau wilayah.
- Misalnya, di Texas orang menyebut truk besar “big rig”, sementara di New York lebih sering disebut “tractor trailer”.
Sesuaikan Konten dengan Maksud Pencarian
Google selalu mencoba memahami maksud pencarian pengguna. Jika kita bisa menyajikan konten yang sesuai dengan niat pencarian, peluang peringkat tinggi semakin besar.
Tips tambahan:
✅ Gunakan format konten yang sesuai—artikel, video, atau infografik?
✅ Tambahkan FAQ—pertanyaan yang sering diajukan bisa membantu meningkatkan visibilitas kita di pencarian.
📌 Kesimpulan:
-
- Jangan hanya terpaku pada volume pencarian tinggi, tapi perhatikan juga persaingan dan relevansinya.
- Kata kunci ekor panjang sering kali lebih efektif karena lebih spesifik dan memiliki konversi tinggi.
- Gunakan strategi berbasis persaingan, musim, dan lokasi untuk memilih kata kunci terbaik.
- Sesuaikan format konten dengan maksud pencarian pengguna agar lebih relevan dan menarik.
Memahami Maksud Pencarian (search intent) dan Cara Google Menampilkan Hasil
Pemahaman ini penting supaya kita tahu bagaimana Google menampilkan hasil pencarian berdasarkan maksud pengguna. Setiap kata kunci punya maksud pencarian yang unik, dan Google selalu berusaha menyajikan hasil yang paling sesuai.
Google sendiri mengategorikan maksud pencarian ke dalam empat tipe utama:
✅ “Know” – Pengguna mencari informasi, misalnya “Siapa pemeran Iron Man?”
✅ “Do” – Pengguna ingin melakukan sesuatu, misalnya “Beli tiket konser Coldplay.”
✅ “Website” – Pengguna ingin mengunjungi situs tertentu, misalnya “Facebook login.”
✅ “Visit-in-person” – Pengguna ingin pergi ke lokasi fisik, misalnya “Restoran terdekat.”
Dari sini, kita bisa mengelompokkan maksud pencarian menjadi lima kategori utama:
1️⃣ Pencarian Informasi (Informational Queries)
Pengguna ingin tahu sesuatu, seperti sejarah Perang Dunia II atau tinggi Menara Eiffel.
2️⃣ Pencarian Navigasi (Navigational Queries)
Pengguna ingin langsung menuju situs web tertentu, misalnya “Instagram login” atau “Bank Mandiri”
3️⃣ Pencarian Transaksi (Transactional Queries)
Pengguna ingin melakukan sesuatu, misalnya “Beli iPhone 14” atau “Langganan Netflix.”
4️⃣ Pencarian Investigasi Komersial (Commercial Investigation)
Pengguna sedang membandingkan produk sebelum membeli, misalnya “iPhone 14 vs Samsung S23.”
5️⃣ Pencarian Lokal (Local Queries)
Pengguna mencari bisnis atau tempat di lokasi tertentu, seperti “Salon kecantikan di Jakarta” atau “Warung kopi terdekat.”

Menganalisis SERP untuk Memahami Maksud Pencarian
Salah satu langkah penting dalam riset kata kunci adalah melihat bagaimana tampilan SERP untuk kata kunci yang kita incar. Dengan begitu, kita bisa memahami jenis konten yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Google sudah menganalisis triliunan pencarian untuk menampilkan hasil yang paling relevan. Misalnya, kalau seseorang mencari “gaun”, hasil yang muncul bisa bermacam-macam:
👗 Shopping Carousel – Menandakan banyak orang ingin membeli gaun online.
📍 Local Pack – Berarti ada juga yang mencari toko fisik yang menjual gaun.
🔍 Refine By – Google menyediakan opsi penyaringan kalau pencarian masih terlalu umum.
Dengan memahami pola ini, kita bisa menyesuaikan jenis konten yang kita buat agar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Alat untuk Menilai Nilai Kata Kunci
Sekarang pertanyaannya: Seberapa bernilai sebuah kata kunci untuk situs kita? Nah, berikut beberapa alat yang bisa kita gunakan:
🔹 Google Keyword Planner
- Alat gratis dari Google yang populer untuk riset kata kunci SEO & periklanan.
- Kekurangannya: volume pencarian hanya ditampilkan dalam rentang besar, bukan angka pasti.
🔹 Google Trends
- Bagus untuk melihat tren pencarian berdasarkan musim. Misalnya, pencarian “kostum Halloween lucu” akan meningkat sebelum Oktober.
📌 Kesimpulan
- Maksud pencarian sangat menentukan bagaimana Google menampilkan hasil pencarian.
- Dengan memahami SERP, kita bisa tahu jenis konten apa yang perlu dibuat.
- Gunakan berbagai alat riset kata kunci untuk menentukan nilai dan peluang kata kunci.
Jadi dari sini kita bisa melihat bagaimana pengetahuan untuk mengelola kata kunci dengan benar bisa membantu kita mendapatkan trafik yang lebih menghasilkan. Tentunya semua orang senang jika websitenya sangat ramai, tapi seringkali trafik yang kecil pun bisa memberikan penghasilan yang sangat memadai jika kita potensi keuntungannya memang besar untuk setiap transaksinya.
0 Komentar